Pages

Tampilkan postingan dengan label Inpoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inpoh. Tampilkan semua postingan

Jatuh Cinta Menurut Endokrinologi

Jatuh cinta, semua orang pasti mengalaminya, ya setidaknya menyimpan rasa yang lain terhadap lawan jenis, walaupun tak sampai terikat hubungan. Rasa deg-degan saat bertemu dengan si dia, tubuh melayang saat bahkan seperti ada kupu-kupu dalam perut dan dada saat dia menyatakan cinta. Aah indahnya^^.
Nah Anda pasti penasaran, dari mana sih perasaan-perasaan itu muncul, kali ini saya akan membahas tentang proses yang terjadi saat kita jatuh cinta menurut endokrinologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang hormon. cekidot.


Menurut peneliti dari Universitas Rutgers di New Jersey, Helen Fisher, terdapat tiga fase dalam tubuh yang dapat menciptakan ketertarikan terhadap seseorang. Lust adalah fase pertama di mana terdapat gairah seksual yang dimunculkan oleh hormon testosteron dan estrogen ketika melihat penampilan seseorang.

Kedua, fase Attraction di mana kita akan merasa tergila-gila oleh pasangan sehingga tidak dapat memikirkan hal lain. Pada fase ini, darah akan mengalir ke pusat otak dan mengatur rasa bahagia ketika kita merasakan hal yang luar biasa dari pasangan. Kelompok saraf penghantar seperti dopamine, adrenalin, norepinepherine, serotonin, yang biasa disebut monoamines juga memainkan peran penting.
  • Dopamine bertanggung jawab menciptakan perasaan bahagia dan bahkan sering membuat kita terlihat lebih cantik saat jatuh cinta. Dopamine juga mengakibatkan jantung berdetak tiga kali lebih cepat, mengalirkan darah lebih banyak ke daerah pipi dan organ seksual. Pengalihan aliran darah ini mengakibatkan perut terasa kosong sehingga seringkali saat kita jatuh cinta, kita merasakan kupu-kupu dalam perut kita.
  • Adrenalin dan norepinephrine bertanggung jawab dalam menciptakan debar-debar pada jantung, kegelisahan, dan kesenangan tiada tara saat merasakan cinta.  

  • Serotonin adalah zat yang membuat otak bekerja tidak jauh beda dari kerja otak orang dengan gangguan jiwa.
Ketika memasuki sebuah komitmen dalam hubungan percintaan, berarti orang tersebut memasuki fase di mana terjadi ikatan yang menjaga hubungan hingga bertahun-tahun. Pada fase ini, hormon oksitoksin dan vasopressin yang dilepaskan oleh sistem saraf ini berperan sangat penting.
  • Oksitosin tidak hanya membuat ikatan batin antara ibu dan anak, tapi juga antara manusia satu dengan manusia yang lain.
  • Vasopressin berguna untuk pengendali ikatan jangka panjang.
Hal ini menjelaskan bahwa cinta tidak hanya sekedar panah cupid yang menusuk hati kita, namun lebih karena peran otak, darah, hormon-hormon, dan zat kimia lain pada tubuh.Subhanallah...

sumber: http://bit.ly/fkTK21
read_more

Norwegian Forest Cat, Kucing yang Tak Beresiko Alergi

gyaa... holaa kali ini saya mau bahas sedikit tentang kucing, binatang favorit saia. kawaii kawaii kawaii
tapi kayaknya postingan ini semakin membuktikan bahwa blog ini blog yg gaje, bahas ini itu ya, gak konsisten sama tujuannya
tak apa lah, toh di deskprisinya juga tertulis sesuatu yg aku lihat, aku dengar, aku pelajari, dan aku bagi..
hehehhehhe
Okelah cukup basa-basinya, mari kita mulai..

Kucing, Felis silvestris catus, salah satu binatang karnivora terpopuler yang dijadikan sebagai binatang peliharaan, bagaimana tidak? tingkah polahnya yang lucu dan menggemaskan serta senang sekali mencampuri urusan manusia membuat orang yang melihatnya tertarik bahkan hingga ingin memeliharanya. Tapi, sayangnya kucing merupakan salah satu binatang yang paling beresiko menyebabkan alergi, nah bagi orang yang mempunyai masalah dengan alergi tentunya kucing adalah salah satu hal yang perlu dihindari.

Kucing memiliki sejenis glikoprotein Fel d 1  yang dihasilkan kelenjar sebasea. Fel d 1 sering ditemukan di kulit dan air ludah. Fel d 1 inilah yang disebut antigen karena dapat menimbulkan reaksi alergi. walaupun Fel d 1 terdapat di kulit dan air ludah, antigen ini juga bisa ditemukan di bulu kucing, penyebabnya tidak lain karena kucing suka menjilati tubuhnya, jadi protein Fel d 1 dari kelenjar ludah banyak menempel di bulu kucing.

Nah jika kamu memiliki alergi tapi ingin sekali memelihara kucing, saya menyarankan untuk memilih kucing ras  Norwegian Forest Cat. Kenapa harus Norwegian Forest Cat? Alasannya karena kucing yang berasal dari eropa utara dan sering masuk di dongeng-dongeng orang Norwegia ini memiliki jumlah glikoprotein Fel d 1 yang lebih sedikit dibanding dengan kucing lagi. Para peneliti di Amerika masih mencari jawaban kenapa jumlah glikoprotein pada NFC (singkatan untuk kucing Norwegian Forest Cat) lebih sedikit dibanding kucing lain, padahal kucing ini termasuk kucing jenis semi-long hair atau kucing dengan bulu yang lumayan panjang.

Norwegian Forest Cat

Salah satu bukti, sebuah keluarga di Massachuset, Amerika Serikat yang salah satu anggota keluarganya memiliki alergi terhadap segala hal, mencoba memelihara kucing NFC ini dan ternyata memang benar, sekian lama memelihara Max (nama yang mereka berikan untuk kucing NFC itu) mereka sama sekali tidak mempunyai masalah terhadap alergi.

Nah bagaimana? tertarikkah memelihara Norwegian Forest Cat ini? Kalo saya sepertinya tidak, bukan apa-apa, masalahnya budgetnya booo, itu kan termasuk kucing ras, harganya selangit.ehhehehe

sumber: acara 101 Cats di tipi, hehehe
dadaaah.
read_more